11 Mei 2009

Vitamin

Istilah vitamin pertama kali ditemukan oleh ahli biokimia dari Polandia bernama Cashimir Funk pada tahun 1912 yang mendefisinikan vitamin berasal dari kata ”vital” dan ”amine” (Burgos et al., 2006). Vitamin merupakan zat nutrisi yang dibutuhkan ternak dalam jumlah sedikit namun memiliki peran yang besar seperti berperan dalam proses meabolisme sebagai koenzim, pertumbuhan, kesehatan, reproduksi dan kelangsungan hidup.

Vitamin merupakan bahan organik yang beberapa diantaranya tidak dapat disintesis oleh tubuh ternak kecuali vitamin D yang disintesis dari sinar matahari, niasin disintess dari triptofan dan vitamin C. Vitamin terdiri dari dua bagian yaitu vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K serta vitamin yang larut dalam air seperti seluruh vitamin B dan C.

a. Vitamin yang Larut dalam Lemak

Vitamin yang larut di dalam lemak terdiri dari vitamin A, D, E dan K. Vitamin tersebut mudah rusak (terdenaturasi) akibat proses oksidasi dan temperatur tinggi terutama pada proses pelleting.

b. Vitamin yang Larut dalam Air

Ada dua jenis vitamin yang larut di dalam air yaitu vitamin B dan C. Vitamin B sangat berperan dalam proses metabolisme di dalam tubuh unggas. Vitamin B berfungsi untuk mendukung dan mempercepat proses metabolisme, memelihara kondisi kulit dan tulang, meningkatkan fungsi syaraf dan imunitas serta meningkatkan pertumbuhan ternak. Ada banyak jenis vitamin B yang ada di alam namun hanya ada 8 jenis vitamin B yang diperlukan bagi unggas yaitu Vitamin B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B3 (Niasin), B5 (Asam Pantotenat), B6 (Piridoksin), B7 (Biotin), B9 (Asam Folat) dan B12 (Kobalamin). Kombinasi kedelapan jenis vitamin tersebut biasa disebut vitamin B kompleks.

Selengkapnya...